Apa Yang Membuat Pernikahan Bertahan dan Bahagia

aku copy tulisan ini dari kompas, sumbernya nanti aku tulis dibawah. Tulisan ini bagus untuk pasangan yang ingin rumah tangganya utuh dan bahagia selalu. simak yuk tulisan ini.

Apa yang Membuat Pernikahan Bertahan dan Bahagia

 

Membaca berita tentang banyaknya perceraian yang terjadi belakangan ini, mau tidak mau membuat hati saya “letih”.  Fenomena “kucari jalan terbaik” , bukan saja melanda dunia para artis dan tokoh politik, tapi juga pada orang orang yang saya kenal baik. Bahkan tiga dari beberapa sahabat terbaik saya bercerai.  Ah!…

Tadinya sempat terpikir untuk mengulas “mengapa terjadi perceraian?” tapi saya urungkan niat menganalisa itu karena bagi saya membahas perceraian yang sudah terjadi sama halnya seperti menangisi nasi yang sudah menjadi bubur. Lagipula saya pikir, ketika orang memang sudah mau cerai, rasanya nasehat dari sahabat, ulama, pendeta, kerabat, bahkan orang tua sendiripun lebih banyak tidak mempannya. Setali tiga uang dengan menasehati orang yang jatuh cinta dengan pasangan yang tidak sepadan. Nasehat dan omongan anda akan lewat bak’ angin lalu.

Sejenak saya merenung dan bertanya kepada diri saya sendiri: Apakah saya termasuk salah satu dari sedikit wanita yang beruntung  ?.  Saya pikir juga begitu, tetapi bagaimanapun saya tidak suka melandaskan suatu pemikiran pada “kemujuran” semata. Itu sama dengan meremehkan kerja keras, kesabaran, dan perjuangan memelihara cinta yang mengikat pernikahan yang bahagia.

Saya kemudian mencoba berpikir dan menganalisa beberapa orang dekat yang pernikahannya langgeng dan bahagia, orang tua kami masing masing, termasuk pernikahan saya dan suami yang tahun ini memasuki dua puluh satu tahun.  Ada persamaan dalam pernikahan yang bahagia dan langgeng, yang saya tuliskan dibawah ini.

Tidak ada maksud menggurui apalagi menasehati mereka yang jauh lebih senior dari saya dan telah menikah lebih lama. Ini murni timbul karena saya ingin berbagi, dan keinginan untuk melihat lebih banyak pernikahan yang awet dan bahagia, agar menghasilkan anak anak yang dibesarkan dalam lingkungan dan nilai nilai keluarga yang baik dan saling menghargai.

Mudah mudahan tulisan ini dapat membawa perenungan dan memberi pencerahan baru bahwa diperlukan kerja keras, dan banyak sekali kesabaran dan doa untuk tetap bertahan dalam ikatan pernikahan yang langgeng dan bahagia.

~ Dibutuhkan Usaha, Kesabaran dan Kerja Keras Untuk Mempertahankan Pernikahan Yang Bahagia. Pernikahan yang bahagia tidak terjadi begitu saja, hanya karena anda memulainya dengan dasar saling mencintai. Sembilan puluh lima persen dari hasil wawancara saya dengan mereka yang bercerai,  mengatakan bahwa ketika menikah, they were head over heels in love. Ada kerja keras yang luar biasa dan pengorbanan serta kesabaran yang super untuk menciptakan pernikahan yang langgeng dan bahagia. Tidak ada jalan pintas mencapai pernikahan bahagia.

~Dibutuhkan Dua Orang Yang Saling Bermurah Hati Dan Pemaaf. Bermurah hati dalam pernikahan artinya secara sederhana, tidak saling menghitung hitung apa yang sudah dilakukan bagi pasangan, karena cinta memang bukan matematika atau neraca rugi laba.  Bermurah hati juga mencakupi satu aspek yang sangat penting yaitu kemampuan untuk memaafkan, dan menyadari bahwa pasangan hidup kita adalah manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan.

Pernikahan yang bahagia dan bertahan bukanlah semata mata pernikahan yang tidak pernah dilanda badai dan gelombang, tapi justru pernikahan yang dalam gelombang badai sekalipun tetap berpikir bahwa hantaman badai dapat dilalui dengan selamat karena dia dengan setia mendampingiku, bahkan ketika dia punya alasan untuk pergi.

~Dibutuhkan Dua Orang Yang Setiap Hari Dipenuhi Semangat Dalam Berpikir Dan Bertindak Untuk Menyenangkan Pasangan Hidupnya. Anda tidak harus tiap bulan membeli mobil baru, tapi yang saya maksudkan adalah keinginan tulus yang timbul dari hati yang mencintai untuk membahagiakan pasangan. Hal hal kecil seperti menyediaakan makanan kegemarannya, atau sekedar menelepon dan mengobrol ringan, menandakan bahwa anda memikirkannya.

~Dibutuhkan Dua Orang Yang Saling Menghargai Dan Tahu Berterima Kasih.Bisa bayangkan betapa frustrasinya melakukan sesuatu bagi orang yang tidak pernah tahu berterima kasih, atau selalu menganggap bahwa itu sudah seharusnya ?.  Hanya karena anda sudah menikah, bukan berarti mengucapakan kata kata sopan santun seperti;  tolong, terima kasih, luar biasa, betapa baiknya…. harus berhenti, dan menganggap pasangan anda sudah tahu. Pasangan anda manusia biasa, yang bisa letih dan bisa bad mood. Merasa tidak dihargai adalah awal mula yang sangat berbahaya dalam melunturkan cinta.

Masih banyak lagi yang bisa saya tulis, tapi kita mulai saja dengan hal hal sederhana diatas, karena sesunguhnya pernikahan yang bahagia tidak membutuhkan rumusan dan teori yang “rumit’ dan tidak masuk akal, karena mengesampingkan faktor manusiawi dan kenyataan bahwa seberapa kerasnya kita berusaha, seberapa besarnya kita mencintai, kita hanya manusia biasa yang bisa salah, bisa keliru, bisa tersesat.

Pernikahan yang bertahan dan bahagia adalah mereka yang menyadari bahwa dibutuhkan lebih dari sekedar kemampuan mencintai, tapi kenyataan bahwa dalam mencintai itu dibutuhkan  kerja keras dan semangat yang tidak putus putusnya dan hati yang pemaaf.  Saya tidak pernah berpikir bahwa saya memiliki semua kualitas yang baik ini, kalau bukan cinta suami saya yang hebat dan kemampuannya untuk setia mencintai saya dalam segala cuaca dan keadaan, dan bahwa perpisahan tidak pernah menjadi pilihan ketika kami berjanji untuk menjalani hidup ini bersama sama sampai maut memisahkan.

 

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/03/13/apa-yang-membuat-pernikahan-bertahan-dan-bahagia-541755.html

Penulis :Ellen Maringka

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s